Bismillahirahmanirahim,
Untuk teman – temanku yang sedang diuji hatinya,
Mengapa aku menuliskan teman – teman, karena mungkin bukan dirimu saja yang mengalaminya, ada mereka yang lainnya, bahkan akupun pernah mengalaminya. Hanya saja Allah membuat latar yang berbeda, dan itulah kebesaran Allah yang takkan bisa kita ingkari, ;D. Saat itu, saat sketsa kehidupan mulai berwarna merah jambu karena kehadirnya.
Aku tahu rasanya, ketika asa itu hadir.
Seperti ruangan kosong dalam rumah hati kita mulai terisi. Pintu – pintu yang sebelumnya kita kunci rapat, lalu dengan perlahan seseorang berhasil membukanya. Kemudian dia menjelajahi tiap ruangnya, seakan – akan mengerti kekosongan dan kehampaan yang ada, lalu dia mulai mengisi, menyusun, dan mendekorasinya. Memberikan cahaya harapan dalam gelapnya. Ah! Meski tak mau, namun kita tak mampu mengusirnya untuk pergi. Mungkin dia tak mau pergi, atau kita yang tak mengizinkannya untuk pergi?
Aku yakin, kamu mengetahui jawaban dari pertanyaan retorisku. ;D
Aku juga yakin, kamu punya alasan – alasan untuk jawaban itu.
dan kamu masih saja dalam dilemamu, itu adalah keadaan yang menurutku sangat-manusiawi. Saat seperti itu, kembalilah pada yang Maha Pengasih dan Penyayang. Jangan melepaskan dan berpaling dari- Nya, biarkan dia menyelesaikan kegamanganmu dengan cara – Nya, meskipun terkadang kita kesulitan untuk memahami setiap prosesnya. Tetaplah berusaha untuk berada dijalan – Nya teman
.
… .
Terlebih lagi seseorang itu bukanlah yang mereka harapkan. Anggap saja mereka adalah pihak – pihak yang mengharapkan kebaikan bagi kita. Keadaan ini juga menjadi pertimbanganmu juga bukan?
Mmmm, mungkin kita akan sedikit tidak nyaman dengan mereka disekitar. Namun mereka tidak – memutuskan, apalagi, menentukan kehidupan kita, mereka hanya mencoba mengingatkan kita, mereka menyayangi kita karena mereka mengharapkan keridhaan – Nya, seperti kita yang juga mengharapkan itu. Hanya kita yang bisa memilih kehidupan kita.
Cara kita mungkin berberda, namun aku pikir kita tidak berhak menghindarinya hanya karena kita merasa tidak sama seperti mereka. Allah yang mendekatkan kita, jadi apa hak kita untuk menghindarinya? ;D
… .
Temanku – temanku yang sedang diuji hatinya,
Teladan kehidupan, dalam riwayatnya, pernah menyinggung tentang niat dan hasil, bahwa hasil dari setiap perbuatan tergantung akan niatnya, dan sudahkah kamu meniatkan apa yang kamu pilih saat ini? Pertanyaan itu bukan hanya untukmu, namun untuk kita ;D. Aku meniatkan setiap kejadian dan pilihan dikehidupanku untuk mendekatkan diri pada Nya. Bagaimana denganmu?
Teman – temanku yang sedang diuji hatinya,
Ada sahabat yang pernah berpesan untuk meletakan dunia ditangan kita, dan akhirat di hati kita. Bagiku seseorang itu adalah urusan dunia, belumlah dia menjadi seseorang yang berhak atas hati kita. Artinya saat waktu berkata untuk tidak bersamanya, maka tak perlu bersedih hati untuk melepasnya, karena tak akan berbekas. Belum sampai ikatan itu ada, jangan biarkan dia mengukir hatimu, karena itu hanya akan menyakitimu pada akhirnya.
Bagiku, kedatangannya pada tiap ruangan hati kita bukanlah sesuatu yang salah, hanyalah sebuah kunjungan yang mengajarkan kita untuk mengenal luasnya kehidupan, sebuah ujian yang membuat kita lebih bijak menghadapi kehidupan. Keberhasilannya membuka pintu hati kita pun bukan suatu kesalahan. Yang aku yakini, Allah memudahkannya karena ada ‘sesuatu’ yang Dia ingin sampaikan melalui kedatangannya, dan menurutku ‘sesuatu’ itu akan membawa kita pada niatan kita sebelumnya.
Menjadikan kedatangannya sebagai jalan pencapaian niatan kita adalah hal yang terbaik menurutku, walaupun itu bukan lah perkara mudah.Untuk itu, aku bertanya sekali lagi pada mu, sudahkah kamu meniatkan apa yang kamu pilih saat ini? Saat niat itu telah mengendap dalam, sudahkah kamu berusaha untuk mewujudkannya?
Pertanyaan ini cukup hatimu saja yang menjawabnya, sungguh, biarkan kejujuran hatimu berbicara. Jika kau ingin membiarkannya terbawa arus, pilihlah arus yang membawamu kembali pada Nya.
Dan pesan ini tak hanya untukmu, aku pun mengingatkan diri dengan ini.
Kelak kita akan berbincang lagi teman, aku menunggu sua kita, waktu – waktu berbagi cerita.
Aku menyayangimu karena aku mencintai Nya.

“Biarlah rasa itu datang, pada saat yang tepat…
ia bukan suatu hal yg harus dianggap tidak penting, atau sebaliknya. Karena suatu saat kau pasti akan merasakan”, ucap seseorang padaku kala sore itu di rumah biru ^^