Belajar dari Kedewasaan Malam

Iyaaaahhh. PUSING, melihat kamar saya, yang sama berantakannya dengan rencana – rencana kehidupan yang saya buat. Bener banget emang rencana sang maha Kuasa gak bisa diganggu gugat dengan rencana yang telah saya buat sebelumnya.

Sebenarnya saya lagi maleeeeesss bgt kuliah, huh. Lagi pengen guling – guling dikamer, beres – beres kamer, pokoknya menikamati diri sendiri dikamer kosan saya yang nyamannya belum tertandingi didunia ini. Hahahahhaaaaa.

Betewe, betewe. Jadi keingetan kalau weekend minggu lalu, yah 2 malem, malem sabtu ma minggu, saya menikmati indahnya tidur beralaskan sleeping bag, dihotel beratapkan sejuta bintang. Subhanallah.

Yuhuuu, saya ikutan acara yang dikasih judul “Berguru Kepada Alam.” Diselenggarain ma Kemahasiswaan FKUP, yang tujuannya buat menigkatkan bonding dalam kepengurusan satu tahun kedepan. Nikmaaaatnyaaa. ^v^

Ceritanya waktu malem pertama. Hahahhaaaa, yang paling banget saya catet, waktu itu saya nahan pipis dari jam 2 mpe jam setengah 5 an. Hahhahaaaahhaaa.

Jadi ceritanya gini. Jam satuan, saya terbangun, lantaran alarm di HP saya bunyi,*dihutan Bawa HP buat apa??? Kan gak ada sinyal? Heu ya buat foto”lah, kebetulan kameranya OK ^^d*. Temen sebivoac (nada & monik) emang masih bangun, dan sempet nanyain kenapa saya terbangun.

Eh udah gitu kesananya saya gak bisa tidur, saya juga bingung kenapa. Yaudah akhirnya saya cuma diem, nglamun, mikirin banyak hal, diiringin suara – suara malam.

 Uuups, beberapa lama kemudian. Gak tau kenapa yang namanya kandung kemih saya terasa berat. GOD help me!! Kayaknya saya tau nih tanda – tanda. Saya pengen urinasi. Duuuhhh, gak bgt deh malem – malem gini, dihutan dengan jarak sungai dari area perkemahan yang cukup makan waktu sekitar 5 – 10 menitan. Hiyaaaa!!!

 Saya diemin aja, terus saya diemin. Tahan. Tahan.

 Saya terduduk. Melihat kehitaman malam dari celah pintu bivoak. Hmmm, hening dan terkesan angkuh. Untuk melupakan hasrat saya, dengan berbekal senter yang jadi feature tamabahan di HP, saya mengeluarkan kitab yang selalu bikin saya tenang. Yuuppy, Al-quran, meski dengan suara nyaris diam, saya membaca ayat – ayat didalamnya, yah lumayana, nambah tabungan amal. ^^. Dan cukup untuk melupakan hasrat saya untuk ke Sungai.

4 halaman telah saya lalui. Saya sudahi ternyata*dikirain*saya sudah mulai mengantuk. Saat itu jam setengah 3 lebih. Baru aja rebahan di sleeping bag. Yaaaa!! Hasrat itu kembali nongol, lebih sadiiiissssssss.

Saya terduduk kembali, menahan dan bertahan. Waktu itu masih jam 3an. Pengen sih bangunin ke2 teman disisi – sisi saya, tapi tampaknya mereka tertidur dengan sanggaaaaat pulas. (Saya tau tanda – tanda tidur orang yang pulas karena lelah, dan mereka menunjukan tanda – tanda itu,*hiy piss nad, mon^^v).

Gak tega, gak enak. Orang lagi istirahat juga masa dibangunin cuma untuk memenuhi ego saya buat ke sungai. Meskipun saya yakin banget kalu udah dibangunin pasti teman – teman saya, sangat bersedia untuk menemani saya. Seberapapun jauhnya! Soalnya dari awal acara tuh, udah dikenalin dengan istilah Body System, alias saling menemani kemanapun pergerakannya.

Akhirnya saya tahaaaaan kembali dengan keaadaan terduduk. Termenung, nglamun dan mikirin banyak hal. Ahasil ketika saya rasa adzan subuh tengah berkumandang, yups sekitar jam 4an lebih, benar – benar sudah tak kuasa menahan lagi, saya membangunkan kedua teman saya. Dan see?? Mereka mau menemani saya. Hmm sesuai dengan apa yang saya perkirakan.

Waktu perjalanan saya kesungai, hmmm subhanallah, saya melihat atap sejuta bintang itu, disertai pun oleh bulan sabitnya. Setelah sebelumnya malam hanya menampakan keangkuhannya, disebabkan mendung yang menutupi kehangatannya. Teman saya berkata ” Wah subhnallah ya, untung dibangunin, bisa liat bintangnya deh.”  Ahaaa. Saya hanya tersenyum terkulum.

Dalam waktu semalam saja, saya telah benar – benar berguru kepada alam. Akan kedewasaan malam. Kedewasaan untuk memperlakukan makhluk Tuhan secara sama. Kedewasaan untuk mengandalkan dan yakin pada diri sendiri. Kedewasaan akan indahya memberi kebahagiaan pada orang lain.

Terimakasih, Sang Pencipta telah menunjukan tentang kedewasaan malam.

Advertisements

One thought on “Belajar dari Kedewasaan Malam

  1. teteh, Padang panjang itu sebenarnya kecil
    letaknya antara kota Padang dan Bukittinggi
    itu lho, dekat jurang-jurang dalam dan mengerikan di jalan menuju Bukittinggi, ingat kan?
    Padangpanjang itu hanya kota kecil
    heu! secara, saya org padang panjang
    met ber-happy2 ria, teteh
    aku ngiriiiiiii…….!!!!!!
    pengen pulang
    hiks…hikss…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s