Jebakan itu…

Senat Mahasiswa. Tau? Hiihiihi. Ialah wadahnya mahasiswa untuk beraspirasi, bergerak *itu adalah pengertian singkat yang digunakan anak FK UNPAD mendeskripsikan organisasi kemahasiwaannya, dikala fakultas/ universitas lain/ masyarakat sering menyebutnya dengan BEM, badan eksekutif mahasiswa. Bedakan.

Lalu ada yang disebut Pengurus Harian Senat. Sekumpulan mahasiswa yang dengan sukarela ‘berbuat’ untuk temen – temennya, mahasiwa lainnya. Untuk berkembang, sejahtera dan memediasi teman-temannya dengan pihak – pihak terkait. 3 hal yang menjadi dasar dalam struktural kepengurusan Senat Mahasiswa FK UNPAD, argh!

Saya adalah salah satu dari mereka, dan itu semua terjadi karena JEBAKAN! Yups! JEBAKAN yang menjerat saya selam 2,5 tahun dalam peran saya sebagai mahasiswa. Saya TERJEBAK! Saya TEJEBAK! Namun itu semua adalah JEBAKAN yang indah, Garis bawahi bila diperlukan. ^v^

Cumi, teman saya yang sangat bersemangat, menjebak saya untuk mengikuti wawancara kepengurusan.
tAvi, teteh – teteh yang kereeen beudh!, melolosakan saya menjadi pengurus harian.

dan Moi, yang turut campur-tangan atas keadaan saya saat ini, menjebak saya dalam sebuah proses pengembangan diri.

Awalnya, image yang terbentuk atas aktifis – atifis itu ialah mahasiswa dengan idealis-norak yang sok-sok berjuang memajukan masyarakat, tampa memperjuangkan kemajauan-dirinya sendiri, tampa memperbaiki dirinya sendiri. Yah melihat banyak pergerakan (aksi-demonstrasi), yang kalo dipikir – pikir cuman nyapein badan, gak efektif, padahal masih banyak hal lain yang lebih bermanfaat untuk dilakukan.

Dan saya terjebak… dalam minoritas yang (awalnya) saya anggap seperti itu.

Menjalankannya dengan setengah-hati, entah bagai caranya waktu merubahnya menjadi sebuah perjalanan melatih kepekaan hati.

Saya menjadi lebih (sedikit) peduli, kata orang. Hehehee. xp

Saya menikmati perjalan itu.

Pada akhirnya, itu menjadi sebuah cerita yang sangat-tidak-ingin saya lupakan.

Salah satu jebakan kehidupan yang indah. ^v^

Hanya ingin mengungkapkan, bahwa sesuatu yang awalnya kita anggap sebagai JEBAKAN, dengan segala makna negatifnya, terkadang membuat kita mengingat kembali betapa pentingnya menikmati hidup ini. Sadar, tidak sadar justru hal itulah yang membuat kita lebih bersyukur ke pada sang Pencipta, membuat kita lebih mencintaiNya.

Allah benar – benar mengerti ciptaanya, dan selalu memberikan jalan (meskipun penuh dengan jebakan) yang indah. Tinggal bagaimana kita menerima itu semua sebagai sebuah nikmat. Allahuakbar[.]

P.s:
nungguin ujian CRP,
tulisan pertama di awal tahun,
blog-akuuu, kita udah setaunan looh, ^^/
Advertisements

2 thoughts on “Jebakan itu…

    • Chagiiiiiii, muuuuaaacch, hihihiii
      iyah ca, kalo diinget sekarang, bersyukur aja pernah kejebak disana, heheheh xp

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s