Hiperaktif Simpatis: Deg – degan?!?! ^^;

Uuugh!
Saya sering deg – degan dalam seminggu ini. Bisa juga disebut berdebar – debar dan palpitasi. Secara ilmiah, deg – degan itu bisa terjadi karena ada rangsangan syaraf otonom terhadap jantung kita, syaraf simpatis. Hal demikian terjadi sebagai upaya untuk memenuhi kebutuhan perfusi jaringan di tubuh kita. Mungkin saraf simpatis saya lagi hiperaktif kali yah? Hahaahah, Wallahualam. Semoga jantung saya baik – baik saja. šŸ˜‰

Serah terima Jabatan ‘Medi’. Saya palpitasi, waktu saya bilang mau turun jabatan apapun-yang-terjadi pas hari jum’at minggu lalu. Soalnya kalo masih saya yang nge-leading, Medi gak akan gerak sebagaimana harusnya sebagai wadah pengembangan potensi, kasian Medi en anggotanya. Saya palpitasi, H2C, waktu gak da yang sudi buat jadi leadernya Medi, dan mereka meminta saya kembali. Temaaaaaan, maaf, saat ini saya tuh sudah uzur, harus ada regenerasi di Medi. Alhamdulillah, ada Gumi, Rahmi, dan Alma, yang akhirnya bersedia menjadi jajaran pemimpin di Medi, hahaha, ^v^, sayang kaliaaaan, muaacch. “Gudluck guys, Ghea gak bisa janjiin apa – apa, tapi ghea gak kan kemana – mana, just callĀ  when you need me, i’ll be there, Insya Allah.”

Sidang Usulan Penelitian (UP). Okeh, ini juga bikin deg – degan. Gimana enggak, topik yang saya angkat rada – rada menyimpang dari temen – temen yang lain, meski dosen pembimbing dengan semangat-membara udah ngasih support kalo topik itu amat-sangat-strategis dibidang pembangunan kesehatan di Indonesia. Mana bab 2 saya masih tulalidut, bab 3 yang, Alhamdulillah, paling gak banyak komentar, meski rada absurb. Hiyaaaaaaaaat! Ayo Ghe! Minggu depan validasi instrumen penelitian! Duh Rabbii, permudahlah yang satu ini, >.<.

Liqa. Saya palpitasi, waktu meminta izin untuk tidak mengisi di minggu ini. Saya tidak menjalankan amanah yang satu ini dengan baik, karena bentrok dengan kegiatan yang sudah saya agendakan, karena saya yang lupa masukin ke jadwal saya. Mungkin karena baru sehingga sense-of-belonging-nya belon ada, ato karena masih gak yakin megangnya, ato underestimate ma diri sendiri, nginget diri ini kadang suka mikir yang-rada-gak-wajar, ato… Duuh, Maafin yah adek – adek, kasian kaliaan, huhuhu ;'( … Ya Allah, jikalah ini memang kesempatan yang Engkau berikan untuk mendekatkan diriĀ padaMu, maka yakinkan dan ikhlaskanlah aku. Amiiiiin.

Sidang Pelantikan Guru Besar. Gak tau, kenapa, waktu ngeliat kedua dosen yang dilantik itu saya berdebar – debar. Yang satu adalah dosen saya yang brain-washing-skill-nya okeh banget, yang selalu menginspirasi saya dalam diskusi – diskusinya, yang amat membuat saya (sebagai salah satu mahasiswanya) tersanjung karena dijadikan objek pembelajaran kehidupannya. Yang satu lagi adalah dosen Psychiatry yang pernah menegur kedodolan saya ( baca tulisan yang judulnya ‘mencoba mendeskripsikan diri’), yang membuat saya terharu atas kekuatan dan ketabahannya sebagai perempuan, yang membuat saya membayangkan bagaimana saya tua nanti, saat usia mulai memaknai kata ‘ditinggalkan’ dan ‘meninggalkan’ dengan lebih.

Terakhir. Waktu saya ketemu ‘seseorang’, anggaplah dia ‘ujian’ dariNya. Hihihi, saya deg – degan, hiiy, dan ini harus dikontrol, sebelum terlalu dalam. Ya Allah, jagalah diriku dan dirinya dari kemurkaan Mu. Semoga semuanya berakhir dengan bahagia dunia akhirat, Amiiiin. ^v^

Advertisements

2 thoughts on “Hiperaktif Simpatis: Deg – degan?!?! ^^;

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s