Ketidak – tahuan dan kesombongan

Bolehlah mengkambingkan ketidak-tahuan atas keterbatasan yang kita miliki. Namun jadikan juga ketidak- tahuan sebagai motivasi untuk memahami, agar menjadi keihklasan, lalu dapat diamalkan, diperjuangkan, dengan pengorbanan, ketaatan, keteguhan, dan kesungguhan, sehingga munculah persaudaraan dan saling percaya, itulah komitment.

Mari kita pikirkan sekali lagi, perubahan apa yang dapat kita lakukan, dengan diinisiai ketidak-tahuan yang kita miliki saat ini, ketidak – tahuan disertai usaha untuk memahami.

Tak tertinggal, kesombongan yang ada atas apa yang kita ketahui setelahnya, merasa lebih tahu dibandingkan dengan makhluk ciptaaNya yang lain, Padahal Allah Maha Tahu segalanya, dan itulah keterbatasan kita sebagai ciptaaNya.

Tak lelah untuk bergerak mengingatkan ciptaaNya agar mendekatkan diri padaNya. Meyampaikan kebenaran – kebenaran firmannya, Meminta penyelesaian untuk setiap ujian yang diberikanNya.

Berharap dan berserah diri kepada-Nya. Subhanallah.

Mengingat pula, bagaimana kekasihNya dan sahabat – sahabat memperjuangkan hak insan di masanya, mengajarkan risalah yang menjadi tanggung jawab kita sebagai umatNya untuk meneruskan perjuangan itu, dan membela nilai – nilai yang terkandung dalam ajaraNya. Rindu kami untuk bertemu sang Teladan itu, ya Rasullullah.

Kita hanyalah segelitir yang tidak bisa dibandingkan dengan syuhada – syuhada itu, Ingatlah ini.

Semoga Allah menjadikan ketidak- tahuan dan kesombongan sebagai media untuk mendekatkan diri pada Nya.

Advertisements

3 thoughts on “Ketidak – tahuan dan kesombongan

  1. ghe ghe….ini pemikiran gw aj hehe

    Ketidak tahuan dan kesombongan itu suatu hal yang menyatu. Ketidaktahuan lah yg menjadikan kita sombong.

    Dan semakin banyak kita belajar semakin sadar bahwa kita itu bodoh.^_^

  2. emmm, kalo gw mikirnya kebalik ban, hehehhe, 😉
    sombong itu karena merasa dirinya lebih dibandingkn yang lain,
    nah, ketika seseorang merasa lbih tahu, maka kesombongan itu sangat mungkin terjadi pada setiap manusia, bisa saja orang itu tidak tahu, tapi gak nutup kemungkinankan kalo orang itu memang tahu…
    Ketika mereka merasa lebih dibandingkan yang lain, itu lah kerentanan manusia terjerumus dalam kesombongan bila tidak disertai dengan mengingat bahwa ada Zat yang melebihi dirinya dalam segala hal.
    Manusia tuh gak bodoh ban, heheheh ;), cuman belon banyak belajar… hihiihi…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s