Melogikakan Cinta

Dapat dinilai dan dievaluasi adalah salah satu bentuk  peranan logika. Saat emosi menuntut berperan lebih, ketika itu, sebuah istilah yang disebut Cinta menjadi kata yang taakan pernah terukur nikmat dan keindahannya, seperti yang tergambar dalam bait – bait penyair cinta, sedikit dramatisasi, yang kadang berakhir tragis. Namun benarkah kita tidak bisa ‘Melogikan Cinta’?

Cinta dan logika. Dua kata yang sering-sekali-tidak-dikaitkan, entah terlalu bertentangan atau apa. Seperti sebuah kisah yang membuat gila pelakonnya hanya karena cinta, tak berlogika. Dalam kisah yang lain pelakon yang saling mencintai itu mati meninggalkan apapun  hanya karena cinta, benar – benar tak berlogika. Apakah itu benar – benar yang disebut mencintai?

Kejadian lainnya, seperti; mebuang benda yang disayangi, hengkang dari pekerjaan, melepaskan ikatan dalam sebuah organisasi, kasus perceraian rumah tangga, dan apapun bentuk perpisahan lainnya, dengan benda, manusia, atau apapun yang sempat kita nyatakan ‘mencintai’ sebelumnya. Apakah benar, kita sudah tepat menempatkan cinta kita pada hal tersebut sebelumnya?

Cinta hanya dengan emosi (nafsu), menjadi cinta yang tak berarah, tampa misi dan daya, untuk itu diperlukan logika terhadap apa yang kita-telah-putuskan-untuk-mencintainya. Cinta itu bisa dilogikakan ( Sepakat dengan kTora ).

Cinta itu tak hanya disimpan dihati, perlu lisan untuk diterjemahkan, tapi itu tidak cukup bila tidak bertindak, inilah yang akan menjadi logika dalam bercinta, dan kita yang akan menentukan logika itu.

Memastikan kita mencintai hal yang baik adalah sebuah awalan, logika akan berperan dalam menentukan nilai – nilai kebaikan itu. Pastikan nilai – nilai kebaikan itu tidak termakan zaman. Membangun,menjaga, menguatkan dan menyempurnakannya akan menjadi kewajiban kita bagi sesuatu yang kita cintai, dan logika juga akan memainkan perannya disini.

Katakan saja diri kita mencintai Indonesia, tanah-air yang bersedia menjadi tempat kehidupan awal kita didunia. Mari kita fikirkan baik – baik, bagaimana kita bisa mencintai Indonesia. Misalnya, kita mencintai Indonesia karena Indonesia yang kaya, megah dan membanggakan, maka kita, yang mencintainya, akan bertindak untuk membangun,menjaga, menguatkan dan menyempurnakan Indonesia sebagai mana kriteria yang telah kita tetapkan untuk  mencintai Indonesia sebelumnya. A country as great as it people, right?

Seperti itulah yang saya anggap sebagai cinta, mencintai apapun itu. Menetapkannya dalam hati, menerjemahkannya dengan lisan dan bertindak. Cinta itu fitrah setiap umat, tidak ada yang salah, hanya bagaimana kita menindaknya.  

Memang cinta bisa kadarluarsa ( Setuju juga dengan Dee ), untuk itu dibutuhkan pengawet untuk tetap mencintai dan dicintai. Apakah pengawet itu? Saya pikir, logika bisa menjawab itu semua. [gh]

p.s: Heu, sesuatu yang saya simpulkan dikepala dari 2 hari yang lalu, Hahaha,tentang ‘Melogikakan Cinta’, ngomongin cintaaa euke, ahaha. ;D Maaf kalo rada subjektif, tapi ini yang ada dikepala saya, hiy. ;), Jazakullah untuk kTora. ^^

Advertisements

2 thoughts on “Melogikakan Cinta

  1. komeng aaaah hehehehe….

    cinta??waaah…klo yg ini gw ga ngerti krn definisi ttg ini blm ada yg sesuai. Tp cinta meskipun tak dpt diartikan tp dpt dirasakan.

    Melogikakan cinta…yaa bisa lah setubuh gan eh setuju. Caranya menurut gw melalui kontrol perasaan. Bkn emosi yg dikedepankan tp berpikir agar tak terhanyut dlm lautan cinta dan bkn kita yg dipermainkan cinta tp dgn pikiran2 kita dpt bermain dalam cinta.

    Begitu gan menurut ane…hehehehe

    • hahaha

      “terhanyut dlm lautan cinta dan bkn kita yg dipermainkan cinta tp dgn pikiran2 kita dpt bermain dalam cinta”

      bahaaan jadi pedaaaang, hihihihii ;p

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s