Memaafkan.

Mungkin kita pernah merasakan betapa sulitnya memaafkan, dalam artian mengganggap tidak terjadi apapun dan melupakan perbuatan seseorang yang telah menyakiti hati kita. Namun pernahkah bertanya kedalam diri ini, apakah hal yang menyakitkan ini sungguh datangnya dari orang tersebut? Atau hanya kekecewaan pada diri sendiri? Pernahkah bertanya pada si-pembuat-salah alasan dia melakukan perbuatan yang menyakitkan itu? Ataukah hanya justifikasi padanya saja?

Maaf, termasuk dalam 3 kata ajaib dalam suatu hubungan sesama manusia. Mengapa ajaib? Hanya dengan pengucapannya yang tak lebih dari puluhan detik, dapat membuat sesorang menjadi lebih berarti dan berharga dimata orang lain. Maaf bukan sekedar kata, tapi terdapat ketulusan, penyesalan, dan niatan untuk tidak mengulanginya dan mengungkitnya lagi. Meminta maaf bukan untuk  menyakiti dan tersakiti kembali. Sebegitu dalamkah ‘maaf’’ yang kita ucapkan? Dan haruskah kita menerima maaf tersebut?

Memaafkan dalam konteks menerima maaf seseorang, terkadang itu lebih sulit, butuh proses. Namun, memaafkan itu harus diniatkan, dan biarkan sang Pemelihara menggerakan hati kita untuk bisa memaafkan, menyembuhkan kesakitan yang dirasakan, dan membalutnya dengan keikhlasan dan ampunannya. Kemudian, jangan biarkan telinga ini tertutup untuk mendengarkan suara hati, meski terkadang apa yang dikatakannya saat itu tidak mencapai logika yang kita miliki. Namun, Tuhan pun menciptkan mata dan kepala kita untuk waspada akan hikmahnya, dan memikirkan setiap maknanya.

Berucap ‘telah memaafkan’ itu memang lebih ringan, karena mulut tidak merasakan sakitnya. Hati yang tersakiti. Tahukah kalian, Tuhan telah memberi tahu kita bagaimana hati ini sangat mudah tersakiti? Berdoalah padanya untuk menjaga hati ini, karena hati yang tersakiti lebih berbahaya dibandingakn badan yang tersakiti. Bisikan kedengkian akan lebih mudah merajai diri ini.

Memaafkan itu bukan kekalahan, namun jadikanlah sebagai jalan untuk memperkecil jarak kita dengan sang Pengatur Kehidupan itu [.]

ps: jelang ramadhan dengan saling memaafkan, yeee ^v^

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s