Teman?

Bandung hujan, membuatku kembali memikirkan tentang kita. Padahal masih banyak kertas tugas diatas meja kerja, dan aku mulai bosan dengannya ;p.

Kita adalah aku dan kamu. Kita adalah 2 manusia yang diciptakan bukan dengan kesengajaan oleh Nya. Yah, aku selalu yakin sang Pencipta punya tujuan atas penciptaan makhluknya, seperti aku dan kamu, seperti kita. ;D

Jawaban pertanyaanmu terlalu panjang untuk dituliskan, dan butuh waktu untuk dibicarakan. Entahlah, apakah ini jawaban untuk pertanyaan kamu atau bukan, namun ini yang kurasakan dan kupikirkan. Sebelumnya maaf yah^^, membuatmu bingung.

Saat aku menunggu ceritamu, aku akan bertahan untuk tidak mencari nomormu dalam kotak inboks, women’s pride, hahaha, dan pada akhirnya, aku hanya akan menikmati rangkaian katamu tentang kita atau mendengarkan alunan yang menjadi bagian dari cerita kita. Hahaha, entahlah, namun cerita kita selalu membuatku tersenyum.

Banyak orang – orang kesakitan disekitarku, dan mereka sama sepertimu, korban zat adiktif yang dibuat industri asing bagi warga negara berkembang seperti kita, hahaha dan saat itu aku hanya bisa berdoa dan  berharap kamu tidak kesulitan bernafas atau sakit kepala karena kebiasaanmu yang kamu coba hilangkan walau sedikit. Aku tahu itu tidak mudah, namun setidaknya kamu mencoba. ;D

Teman – temanku selalu bertanya siapa kita, dan mereka selalu tidak percaya dengan jawabanku. Ingat tidak? Bahkan diantara mereka ada yang menghampirimu. Hahaha, mereka hanya sebagian temanku, sebagian dari duniaku, masih ada sebagian lainnya, mungkin lain waktu kamu bisa melihatnya. Heu 😉 

Hujan berhenti…

Waktu itu juga hujan, tidak dengan sengaja, kulihat, kubuka, dan yah… Aku-pun tak tahu apa namanya, namun ini membuat ingatanku pun kembali. Tentang perbedaan dan kaum hawa disampingmu. Saat itu rasanya aku mengalami angina. Aku mulai mengingat siapa kita.

Kita teman bukan?

Logikaku berbicara kita adalah teman baik, namun hatiku tidak sependapat. Saat aku mencoba untuk memahami pendapat hatiku, aku takut mengakui kebenarannya. Aku takut ini hanya euphoria, kenyamanan yang semu, dan kebahagiaan yang sesaat, yang pada akhirnya hanya akan melukai kita. Aku tidak ingin kita terluka. Secukupnya saja.

Yang perlu kamu tahu,

Banyak hal yang ingin kulakukan bersamamu,

Banyak hal yang ingin kuceritakan padamu,

Banyak hal yang ingin kuketahui tentang dirimu,

Aku ingin bersamamu mendekatkan diri pada sang Pencipta.

Namun hal ini tidak seharusnya bukan?

Seharusnya aku menjaga diriku, bukan untuk kamu, namun untuk yang memang tepat-untuk-ku, dimanapun dia berada. Semoga sang Pencipta menjaga dan memberinya petunjuk.

Tepat dengan hujan yang kembali menjatuhkan diri, dan aku kembali dengan tugas diatas meja kerja, memang lebih baik aku memikirkannya saja. Meski bosan. []

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s