akhirnya?

Kapan akhirnya?

Kembali mencuat, kemudian merebak

mengusik akal, memborbardir logika, dan menggeser rasionalisasi…

menjebak waktu untuk memilih,

umur? keluarga? teman? atau memang fitrahnya?

padahal masih ada cita dalam asa

masih ada misi menuju mimpi

bahkan ambisi telah menyelimuti pasti

selalu saja begitu…

mengendap – ngendap memasuki khayalan

menyelinap dan mempengaruhi hati

kemudian banyak ‘mengapa’ menggeser titik arti

sampai bulir – bulir jernih yang  membanjiri

Bagaimana akhirnya?

ya Tuhanku yang Maha Baik, aku hanya bisa berserah diri pada Mu. Saat aku berhasil menemukan penyelesaiannya, apapun itu, aku mohon ikhlaskan aku…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s