Amphibious ;)

Berencana hidup kayak amphibi, di dua alam, bagi saya dua alam itu setara dengan 2 kota yang termediasi dengan jalur kereta.

Hehe, genangan air bikin pantura mampet transportasi, gak bisa dilewatin. Sampe-sampe pengalaman kemarin naik bis Jakarta-Cirebon, 12 jam karena harus berputar jalur dulu. Masya Allah… Alhamdulillah masih hidup.

Jadi ceritanya, sekitar 1 bulan kemarin, “Saya berjanji, kalau sampai februari akhir saya gak dapet kesempatan jadi klinisi-terlegalisasi oleh SIP-saya mau ke sumatra…” Dan meninggalkan semua akses pengembangan diri yang sudah saya agendakan, melepas atribut ‘bekerja sambil belajar’ dengan ‘pengabdian’.

Sampai pada akhirnya, hitung mundur…

“… kami harap bisa berkontribusi lagi dikampus kami.” tawaran mengajar datang 3 minggu kemarin

“… bagaimana? bisa memenuhi panggilan di rumah sakit kami?” panggilan praktik di RS-yang menurut saya mapan, datang 1 minggu kemarin. Dari dua institusi yang berbeda, di dua kota yang berbeda, yang punya plus minus masing-masing. Subhanallah. 

Jadi ngebayangin kalo Allah lagi kun faya kun untuk doa-doa saya, dan orang tua saya.

Tadinya sudah ancang-ancang untuk resign dari kerjaan saya sekarang. Ada banyak pertimbangan atas pengajuan itu…

Sedih harus ngajuin pengunduran diri, sementara cita-cita saya masih menggantung disana.

Dan hidup itu memilih, dinamika antara satu fase ke fase kehidupan berikutnya. Dan memang harus ada yang dilepaskan untuk meraih yang lain, karena prioritas belum tentu apa yang kita inginkan…

Ternyata nasib punya opsi yang lain. Ada kemudahan akses, namun memang perlu saling bersedia dan memahami…

Saya gak bisa berjanji apapun, karena saya belum pernah mengalami seperti ini. Amphibious.

Yang saya tau, pasti capek, bikin jam tidur loncat-loncat. Amphibious.

Money is not an issue for this choice

Karena bagi saya kalo ada yang berharga yang bisa diperjuangkan kenapa enggak,

Terilhami kata-kata rasul tentang menuntut ilmu sampai ke negeri cina,

dan cerita seorang sahabat yang menitipkan anaknya menjadi pembantu rasul.

Wallahualam…

Yang saya yakini, kalo Allah ridha, semua bisa terjadi. Manusia bersabar dan besyukur.

Dan dunia itu ditangan, bukan di hati

mohon kekuatan, petunjuk, penjagaan, dan keikhlsan…

masih tetep sayang banget sama Allah.

March, starting my amphibious-life

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s