“Ceklis” Takwa

Ialah ketakwaan menjadi jawaban mengapa manusia harus berpuasa. Berpuasa dengan wujud tidak makan dan minum,  menahan haus dan lapar. Bukan… bukan hanya itu, namun ketakwaan menjadi  esensial dari berpuasa. Berpuasalah agar bertakwa (QS 2: 183)

Saat ini pemahaman itu masih belum berubah, seperti teksbook yang dulu saya pelajari, melaksanakan perintahnya dan menjauhi larangannya. Lalu apakah larangannya? Bagaimanakah perintahnya?

Menelusuri kedalaman mengenai takwa, berikut beberapa yang terpatri di al-qalam:

Menafkahkan harta, menahan amarah dan memaafkan, mengingat Allah dan memohon ampunannya (QS 3: 133-135) 

Menepati janji (QS 3: 76)

Bersabar menerima cobaan (QS 2: 177)

Tidak sombong dan berbuat kerusakan (QS 28: 83)

Mengingat Allah dengan akal (QS 33: 41, 5: 190-191)

Berhati-hati dalam setiap tindakan karena takut terhadap azab Allah (QS 21: 48-49)

Istiqamah (QS 9: 7)

Menegakan keadilan (QS 5: 8)

Tidak takut dan berduka dalam kehidupan (QS 10: 62-63)

 

Beberapa ayat yang disebutkan sebelumnya mendeskripsikan ketakwaan. Dan dengan berpuasalah, sifat ketakwaan itu muncuk pada diri manusia. Daftar tadi seperti ‘daftar menjadi takwa’, menjadi daftar yg perlu diceklis agar dapat dievaluasi sejauh mana ketakwaan kita kepada sang pencipta. Wallahualam.

Alhamdulillah, saya menemukan slide presentasi mengenai HAKIKAT PUASA. Hehehe, seharusnya saya membaca slide ini sebelum bulan ramadhan tiba tahun ini. Tapi ya rejeki, ketemunya gak diprediksi. Gak papa, yang namanya rejeki, pasti banyak nilai positifnya. ;D

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s