2016, welcome

Memang telat, tapi boleh lah ;D

Masih dibulan pertama di tahun 2016. Gak kerasa satu tahun lewat saya ga … lalalili… di blog ini. Imbas dari punya media lain buat ngeluarin isi kepala. Imbas dari lagi seneng banget sama nonton koreaan ;p, waktu menulis berkurang. It’s not only about this blog, but all of my courageless to become an author.

Alhamdulillah, koneksi internet kenceng banget.

Oke… Satu lagi plot hidup saya yang ingin saya ceritakan.

Oktober 2015, Pengumpulan Berkas

November 2015, Ujian

Desember 2015, Pengumuman

Memang tidak berasa, tapi inilah fakta.

Masih dengan mimpi yang sama, cita-cita yang sama, minat yang sama. Hampir 2 tahun yang lalu berdeklarasi untuk bermanfaat dibidang pemberdayaan perempuan and now I’m ready to become obstetric and gynecologist

Alhamdulillah untuk kesempatan meninggikan ilmu ini.

Oke… Saya menganggap ini sebagai amanah. Sesuatu yang akan dipertanggung jawabkan, sesuatu yang memiliki tuntutan untuk diamalkan.

Sebagai pelajar,

Sebagai dokter,

dan sebagai manusia ciptaan Allah…

Sahabat bertanya tentang keluarga,

Saya tetap anak Ayah dan Ibu, kakak dari Andra dan Bani, calon Istri dari jodoh saya yang berada ditempatnya, dan calon Ibu bagi anak-anak saya.

Rizki Allah itu selalu tepat, berharap semuanya berkah dan dalam ridha Nya. Amiiinn

Jakarta sore…

Seneng deh kalo habis pulang majelis ilmu. Hampir 5 hari di pulau dewata buat mendalami apa yang saya minati. That is my way … Terima kasih Rabb, dan ilmu ini adalah amanah. Semoga saya bisa bertanggung jawab ini.

Kalo ngeliat ke ‘atas’, pasti menciut. Ngerasa bukan apa-apa dan melakukan apa-apa… Padahal usia sudah mencapai yang ke 26. Ya Rabb, saya udah ngapain aja? Perasaan bukan apa-apa dilautan ilmu yang masih banyak ‘gak tau nya’, perasaan yang muncul melihat kolega sebaya sudah menghasilkan karya nyata.

Ngeliat guru-guru, ngeliat sepuh yang masih semangat ngikutin majelis ilmu, itu rasanya maluuu banget.

Ya Allah, kalo memang jalan yang saya pilih ini dipenuhi keberkahan dan kebermanfaatan atas diri ini, mohon perlidungan, mohon penjagaan, dan mohon keridhaan. I’m nothing without YOU…

“Ceklis” Takwa

Ialah ketakwaan menjadi jawaban mengapa manusia harus berpuasa. Berpuasa dengan wujud tidak makan dan minum,  menahan haus dan lapar. Bukan… bukan hanya itu, namun ketakwaan menjadi  esensial dari berpuasa. Berpuasalah agar bertakwa (QS 2: 183)

Saat ini pemahaman itu masih belum berubah, seperti teksbook yang dulu saya pelajari, melaksanakan perintahnya dan menjauhi larangannya. Lalu apakah larangannya? Bagaimanakah perintahnya?

Menelusuri kedalaman mengenai takwa, berikut beberapa yang terpatri di al-qalam:

Menafkahkan harta, menahan amarah dan memaafkan, mengingat Allah dan memohon ampunannya (QS 3: 133-135) 

Menepati janji (QS 3: 76)

Bersabar menerima cobaan (QS 2: 177)

Tidak sombong dan berbuat kerusakan (QS 28: 83)

Mengingat Allah dengan akal (QS 33: 41, 5: 190-191)

Berhati-hati dalam setiap tindakan karena takut terhadap azab Allah (QS 21: 48-49)

Istiqamah (QS 9: 7)

Menegakan keadilan (QS 5: 8)

Tidak takut dan berduka dalam kehidupan (QS 10: 62-63)

 

Beberapa ayat yang disebutkan sebelumnya mendeskripsikan ketakwaan. Dan dengan berpuasalah, sifat ketakwaan itu muncuk pada diri manusia. Daftar tadi seperti ‘daftar menjadi takwa’, menjadi daftar yg perlu diceklis agar dapat dievaluasi sejauh mana ketakwaan kita kepada sang pencipta. Wallahualam.

Alhamdulillah, saya menemukan slide presentasi mengenai HAKIKAT PUASA. Hehehe, seharusnya saya membaca slide ini sebelum bulan ramadhan tiba tahun ini. Tapi ya rejeki, ketemunya gak diprediksi. Gak papa, yang namanya rejeki, pasti banyak nilai positifnya. ;D

 

‘Memalas’

Baru pulang. Pengen mandi, tapi males. Dingin, lagi gak enak badan, tenggorokannya minta digarukin terus.

Alesaan, padahal tinggal masak air. Mandi pake air anget, sayanya aja yg lagi males. Hehehe ;p

Kadang malu banget, kalo malesnya mulai kambuh. Sementara di Gaza, muslim lainnya siap-siaga angkat senjata. Gak ada nih yang leye-leye, masih bisa guling-guling dikasur, gak jelas mikirin apa ngalor ngidul, terus lama-lama ketiduran ;(, oh mee! Save me from my ignorance!

Apalagi sama Tuhan, maluu banget. Dikasih waktu, bukanya dipake yang bermanfaat, malah nge-hang...

Kalo dipikir-pikir, apa karena kamer saya lagi beeeuuranatakaan banget… testi Andra waktu masuk kamer kemarin, “Kok berantakan? Tumben?” ;D ;D ;D

Pritilan yang saya belum rapihin serta merta nyebar ditempat tidur. Di rapihin enggak, di buang juga enggak… 

Kayaknya isi kepala saya juga lagi berantakan, makanya sekarang jadi males. Capek mikir berakibat kemalesan😉

 

“Ya Allah, Engkau Tuhan kami, tiada Tuhan melainkan Engkau, engkau Dzat yang telah menjadikan kami dan kami adalah hamba-Mu, dan kamipun dalam ketentuan-Mu serta janji-Mu, dan kamipun dalam ketentuan-Mu serta janji-Mu sedapat yang kami lakukan. Kami mohon perlindungan-Mu dari kejahatan apa saja yang kami lakukan kami mengakui kenikmatan yang telah Engkau limpahkan kepada kami dan kami juga mengakui akan dosa kami, karena itu berilah ampunan kepada kami, sebab sesungguhnya tidak ada yang memberi pengampuan kecuali hanya Engkau.”

 

Say good bye to nocturnal-worker!

Here i am😉 di Majalengka, bersama mba Mira, mas Helmi, mas Fitrah, dan pasien… ;D

Setelah beberapa waktu gak ngeblog. Kangennyaaa \(^v^)/…

Sepekan kemarin, pengen banget cerita tentang kehidupan nokturnal saya. Pekerja yang hidup di waktu sore dan malam, yang membuka matanya diwaktu seharusnya terlelap. Saya pengen cerita, intinya bekerja dengan pola demikian, membawa saya kesulitan untuk mendapatkan waktu mustajab, 3/4 malam. Mungkin sayanya yang belum bisa menyesuaikan. Karena kelelahan, atau karena belum menemukan celahnya saja.

Namun, tepat 5 hari lalu, pola hidup saya harus berubah lagi. Meninggalkan kehidupan nokturnal. Rencana baru, jadwal baru, pola kerja yang baru.

Awalnya saya kesulitan untuk menerima alasan perubahan ini. Perubahan yang membuat saya terdepak dari aktivitas nokturnal yang telah saya jalani 3 bulan terkahir. Melibatkan nama saya yang diselimuti berita-berita kurang enak didengar, berkesan buruk, namun tidak wajar. Seperti dibuat-buat dan saya tidak merasa apa-apa berita yang beredar itu bear. Saya merasa dicurangi, dan saya sudah bersiap angkat kaki dari instansi.

Yang paling membuat saya sedih, bukan karena saya terdepak. Namun karena orang-orang yang telah menaruh kepercayaannya, mendengar berita-berita itu.  Ya Allah, rasanya bikin dyspneu…

Ibu punya pandangan lain. Yang pada akhirnya, membuat saya untuk bertahan. Kata ibu, kalo saya keluar, saya yang kalah. Saya gak mau kalah sebelum berusaha, apa lagi hanya karena subjektifitas dari penilaian fisik semata. OK! Observasi untuk 1 bulan ini.

Dan hari ini, masih diinstansi yang sama, hanya berbeda pola kerja. Hikmahnya, semoga perubahan ini membuat saya lebih dekat dengan Allah, jadi orang yang bersabar dan besyukur, mendapatkan rutinitas mustajab.

Semoga keberadaan saya disini membawa kebermanfaatan. Amiinnn.

Say good bye to nocturnal-worker!

Image

Berharap masih bisa menjadi amphibi, menjalankan tugas secara beriringan tampa meninggalkan satu dan lainnya, mohon petunjuk mu ya Rabb… .

 

 

Saya seneng banget ;D

Pemirsaaaaa, apa-apa lagi yang bisa saya dustain dari nikmat-Nya?

Huhuhuhu, maluuuu, masih aja jadi pemalaaaas…

Saya bahagia banget, ada kereta Jakarta-Cirebon, Cirebon-Jakarta, 25 rb! 

Saya seneeengg banget bisa beli eazzzy camera seharga 130rb, atau CK one 200ml, 200rb :p

Saya seneng banget dapat kerjaan nyari bahan plus ngerangkum “the regulator of cell death.” Setelah sukses ngajar pathologi, dengan mengenalkan konsep kematian sel sekedar apoptosis dan nekrosis, ternyata perkembangan pengetahuan telah membuktikan jenis kematian sel lebih dari 40 jenis, dengan kausa dan mekanisme yang masih perlu pengkajian berulang. Necroptosis, Parpanthosis, Etosis, Netosis, Oncosis, Keratinosis, Senescen, Autophagy, dan terminologi yang masih belum saya pahami seluruhnya. Subhanalllaaaaaahhhhhhhh🙂

Saya seneng banget dapat kesempatan baca-baca tentang “fetal programming.” Mengenal seluk beluk awal penciptaan manusia, aktivitas manusia di fase kehidupannya dalam rahim. Takjub dengan regulasi  sedemikian rupa, yang kalo dibikin algoritma malahan jadi benang ruwet. Penasaran tapi bikin sakit kepala plus laper. Berat badan bertambah_nyari kambing hitam, padahal karena jam terbang olahraganya menurun. ;D

Saya seneng banget dengan profesi saya. Bekerja untuk manusia, bermanfaat untuk umat… Mengenalkan umat dengan konsep hidup sehat dan meringankan penderitaan, ya Allah, save them from my ignorance and let them take the benefit of my existence.

Saya seneng banget bisa ketemu sama orang-orang yang…. Kyaaaaaaa, tampa mereka saya gak mungkin sebahagian ini. Ayah, ibu, adek-adek, keluarga besar, guru-guru, sahabaat, partner kerjaaaa, dan siapun mereka yang selalu ngasih saya dukungan energi, moral, materi…yang nginetin saya sama Pencipta….

Saya seneng bangeeet dengan tempat kerja sayaaaa. Gak cuma tentang kesejahteraan finansial, tapi ada pembelajaran sosial, yang belum tentu saya bisa dapatkan ditempat lain. Pembelajaran untuk menjadi matang dan bijak

Saya yang gak pinter-pinter banget, masih dekat dengan rasa malas, menunda-nunda, dan futur. Saya yang masih seuprit😥

Semoga bisa  menjadikan saya lebih sabar dan besyukur. Semoga menjadi jalan untuk mencapai Ikhsan Kamil di mata Allah. Semoga berkah.

Terima kasih Rabb, atas apa-apa yang membuat saya lebih bersyukur menjadi ciptaanMu, atau apa-apa yang melatih kesabaran saya_susaaah bangeeet setelah diserempet 2x, 2 mobil dalam 1 bulan pas lagi diem, atau diomongin kalo lagi jaga gak ngeliat pasien#sebel ;(

 

9 April 2014…

 

Jari kelingki kiri saya warna biru. Dicelupin secara sengaja ke tinta. Hehehe.

 

Pastinya saya gak ganti PP saya buat nunjukin itu, kaya yang dilakukan beberapa teman dengan PP mereka. Tapiii dari kemarin saya pengen banget nulis di blog tentang momen ini… . Momen yang bikin semarak jalanan dengan baligo, spanduk, poster dan sampah?, yang bikin omset pengusaha percetakan kaos atau kalender meningkat, yang bikin layanan kesehatan ramai membuka pelayanan kesehatan jiwa, pemilihan umum.

 

Kalo kata media, hari itu menjadi bagian pesta demokrasi di Indonesia, hmmm. Lagu lama…

 

Saya cuma kepikiran, tentang propaganda, “GUNAKAN HAK PILIHMU.”

 

Well, Indonesia, saya pikir ‘memilih’ saat pemilu itu bukan hak, namun kewajiban. Sesuatu yang memang harus diusahakan dan dipaksakan. Suruh siapa jadi warga negara Indonesia? Negeri yang meproklamir dirinya dengan kedaulatan rakyat sebagai kekuasaan tertinggi. Konsekuensinya sebagai rakyat yang dianggap berdaulat, ya wajib ‘memilih’.

 

Dan tentunya saat berkewajiban, ada juga hak yang dimiliki. Salah satunya berbicara. Berbicara atas nama kedaulatan rakyat, berbicara karena mungkin merasa ada yang tidak berpihak pada rakyat. Jadi saat kita tidak menjalankan kewajiban ‘memilih’, maka kita tidak berhak untuk berbicara, untuk protes, untuk demo, atau apapun yang memojokan praktisi di pemerintahan.

 

Saya bukan sekedar membela Pemerintah, namun mencoba menuntut rakyat yang berdaulat untuk menertibkan dirinya, termasuk saya didalamnya.

 

“Bingung ah, kebanyakan nama.”

Kalau bingung memilih yang mana kenapa tidak mencari tahu?

“Satu suara hilang gak akan mempengaruhi hasil pilih ko…”

Kalau semua rakyat berpikir seperti itu, maka pemilu gagal total, tidak akan ada pemilih.

“Repot ah, informasinya gak jelas (untuk pemilih yang KTPnya berbeda dengan domisili), berubah-rubah.” Sudahkan anda bertanya pada pihak yang berwenang? Setidaknya Pak RT/RW ditempat tinggal? Atau malahan tidak tahu siapa mereka?

 

Introspeksi, evaluasi, dan kontrol….

 

Terlahir ditanah Indonesia memang bukan pilihan, tapi untuk menjadi warga negara Indonesia pilihan kan….

Dan Ibu Pertiwi sangat berharap rakyatnya berdaulat… bukan hanya yang tenggelam dengan paham demokrasi atau yang pragmatis dan putus asa menganggap Indonesia jalan ditempat.

 

Wallahualam…

 

Kortisolnya diganti endorfin dan adrenalin

Hari senin kemarin itu nyenengiin banget.  ;)

Sebelumnya sempet bete, soalnya ngalamin konstipasi -___-;

Saya sembelit 2 hari. Gak enak bangeeet!!! Perutnya berasa penuh, kayak ada ayam lagi kukuruyuk, bunyi kruyukkruyuk. Bahkan tidur gak bisa ngebungkam efek sampah yang bersarang diusus saya, kayak mual en perut kembung.

Apa karena pola dan komposisi makan saya gak bener. Apa karena saya udah lama gak olahraga, terus ususnya jadi mogok gerak. Apa karena saya lagi dibanjirin kortisol, makanya simpatis bekerja… Atau yang lain?

Dan karena saya konstipasi plus keluhan pencernaan dan sistemis lainnya saya urung ke Jakarta. Padahal diminggu ini cuma hari itu saya punya kesempatan ke Jakarta. Huuhuhuhu, sedih. Udah jarang masuk, pake acara nyakit, huhuhuhu ;'(

… .

Kalo sekarang diinget-inget,  yups, aktivitas saya emang gak banget. Misalnya kayak gini, hari kemarin tidur jam 3 pagi bangun jam 5 pagi, kemarinya lagi jam 4 pagi bangun jam 6, kemarinnya lagi jam 2 pagi bangun jam 5. Kulminasinya ya hari ini, tidur jam 4 pagi lagi bangun jam 6, dan hari ini ialah hari sebelum mulai gejala konstipasi_saya banyak ninggalin PR untuk temen kerja saya ;'( , sedih karena gak bisa ngerjain secara optimal en maksimal.

Dan semuanya dipenuhi aktivitas, yang kalo menurut saya enggak ada apa-apanya dibandingin sama pekerja bangunan, yang musti panas-panasan en keringetan waktu ngangkat semen, atau kayak wali kota, yang punya tanggungan beribu-ribu kepala yang tinggal ditanah yang dia pimpin… Saya tuh, cuma periksa, duduk, nulis dan berbicara, palingan bikin keringetan dikit kalo saya naik turun tangga antara ground dan lantai 2. Itu juga ada faktor geografis dengan suhu bekisar 30 derajat celcius. Hiks… .Tapi nyatanya, tiap pulang kerja, nyampe tempat tidur, sering kali saya langsung leeess, dadaaass, terbang ke awan. Tampa membersihkan diri ;p

Voila, dan akhirnya saya konstipasi😉, alhamdulillah memang jadwalnya lepas jaga dan libur…

Lepas jaga saya TIDUR 18 Jam… ;D, disertai dengan konstipasi, perut kukuruyuk, mual, en pegel. Bangun-tidur-bangun-tidur, baru komposmentis setelah 18 jam…

Kebangun di hari senin, masih dengan gejala yang sama. Terima kasih buat Allah yang telah mengizinkan hambanya menjadi tukang pijet ;D

Abis pijet, enaakan, sampah yang nyangkutnya keluar dengan sukese, saya bahagia. Terus ngelanjutin senin dengan ke kantor imigrasi. Udah gitu ke gramedia, terus senaam ;D.

Kyaaaaaaa pemirsaaaa, saya kangen banget keringetan karena olahragaaa! Heuheueheeuu…

Jadi hari seninn itu, kortisolnya diganti endorfin sama adrenalin…

@_@#terharuuu karena masih hidup

 

Berdagang dengan harta dan jiwa paripurna ;D

Kemarin ngaji, terus nyerempet ngebahas tentang QS. As-Saff (61):10-13…

Saya mau ikut menyampaikannya, heuheu, bercampur sedikit dari yang loncat-loncat dikepala saya ;p. Semoga tetap di shirathal mustaqin…

Wahai orang-orang yang beriman! Maukah kamu Aku tunjukan suatu perdagangan yang dapat menyelamatkan kamu dari azab yang pedih?

Allah nunjukin salah satu cara buat menyelamatkan diri dari azab yang pedih ialah dengan berdagang dengan Nya. Kebayangkan pedagang dan pembeli? Gimana mereka berinteraksi, bernegosiasi supaya win-win. Betapa Allah sangat demokratis *v*

Yaitu kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah lebih baik bagimu jika kamu mengetahui,

Caranya gampang banget, dengan iman dan jihad paripurna (heheehehe, harta dan jiwa cuma buat Allah-yaiylah). Entah kenapa disini saya ngerasa Allah tuh nganggep manusia banget, padahal kan harta dan jiwa manusia emang punya-nya Allah. Terus kalo Allah gak ngehargain hak manusia, pasti gak perlu ada pernyataan ini kan?

Niscaya Allah mengampuni dosa-dosamu dan memasukan kamu kedalam surga yang mengalir dibawahnya sungai-sungai, dan ketempat tinggal yang baik didalam syurga ‘And. Itulah kemenangan yang agung

Dan ada lagi karunia yang lain yang kamu sukai yaitu pertolongan dari Allah dan kemenangan yang dekat (waktunya). Dan sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang mukmin.

Dan Allah masiiih aja bermurah hati. Obral kasih sayang untuk manusia yang beriman pada Nya. Dari mulai diampuni dosanya, dimasukin en dikasih hunian disyurga, dikasih pertolongan, dan kemenangan.

Subhanallaaaaaaaahhhhhhh…..

Gak rugiii kalau berdagang sama Allah# peluk Allah

tahun ini ke bali, tahun depan ke manado

Eng…ing…eng… ;p

5 jam lalu masih di kota monas, sekarang uda ler-leran di simaja 39. Subhanallah.

Padahal tadinya sempet hopeless gak bisa sesuai rencana, gara-gara gak ada yang nganterin kestastiun, atau karena belum order tiket, atau karena kemaleman terus gak da yang jemput, yaaa…

tapi tangan Allah bekerja lagi buat saya#peluk Allah…. Alhamdulillah….

Ada emang ojek langganan yang baik hati, mas-mas dikereta makan yang ramah, mas-mas entahlah-siapa yang mau bawain koper saya tampa pamrih, abah-abah becak yang bahagia banget waktu saya kasih lebih-sedikit-banget ongkosnya dibanding keamanan-saya-nyampe-rumah.

Orang pasti mikirnya saya sakit jiwa, bawa gerembolan tas malam-malam, naik kereta tampa ada yang menemani. Terlalu berisiko dan pastinya bikin jantung ayah olahraga-kayak waktu saya naik bus jakarta-cirebon yang bikin ayah speechless ;p.

….

Tapi beneran deh, keadaan saya didetik-detik pergantian hari itu bukan kesengajaan. Saya sudah bikin rencana, udah coba menghubungi beberapa orang yang saya kira bisa diandalkan, udah di iyaain juga, tapi pas hari H-nya? Kalo Allahnya gak ridha, mau gimana? Well maksudnya bukan buat nyalahin Allah, cuma ilham yang saya dapetin dari keadaan ini adalah, sedekat apapun hubungan kemaanusiaan, yang paling bisa diandelin adalah hubungan kita sama Allah.

Siapa yang ngebiarin saya ketemu orang-orang baik tadi? Yang saya juga gak tau namanya siapa? Yang juga mungkin bisa saya lupain kalo ketemu lagi?

Siapa yang ngebiarin saya sampe kasur dirumah padahal 5 jam sebelumnya saya masih ditanah monas, khawatir gak bisa pulang, telat, terus pengajuan SIP saya gak bisa bulan ini? Padahal malam hari di Jakarta? Bawa gerembolan? Lonely planet?  Perempuan? Heuheu, siap-siap aja dibidik jadi target kriminalitas

Allahuakbar…

Terima kasih buat ibu, yang ngebukain gembok rumah. Maaf, membuat ibu terjaga.

Yakin deh, Allah tuh MAHA KUAAASAAAA. Gak usah jadi cari muka didepan atasan, atau jadi penjilat, atau… apalah istilah lainnya, yang sampai-sampai ngorbanin hubungan kita sama Allah…

Inget, difirmannya Allah bilang itu cukup dan lebih…

Gak ada kata kurang untuk kasih sayangnya sama makhluk ciptaanNya.

Oh yah, cerita… OOT, tapi saya mo cerita.

Kemarin saya dapat kejutan lagi dari Allah…

Yang saya pengenin dari 3 bulan sebelumnya,

Yang akhirnya saya urung karena keterbatasan anggaran, dan menganggarkannya untuk tahun mendatang_semoga masih hidup

Yang saya ngerasa malu banget kalo saya mo ikut itu secara gratis_udah kebanyakan dikasih gratisan, malu punya lisensinya kalo terus gak bisa dipertanggung jawabkan_gratis pula dapetnya ;p,

kalo diajakin aja saya mau ikutnya…

terus kemarin saya diajaaakiiiiiiiinnn. YA ALLAAAAAHHHHHH, bikin dilema pisaaan ;'(

sementara saya udah plot di kalender, dibulan ini mau ngapain aja…

pada akhirnya saya harus memilih lagi…

antara kewajiban dan keinginan ;'(,

Sabar ya ‘keinginan’ yakin Allah pasti punya jawaban dan jalan…

OK, tahun ini ke bali, tahun depan ke manado. Insya Allah. Agendain juga: Tanah Haram en Tanjung Puting

Nabung-nabung-nabung

Baca-baca-baca… jangan sampai kerdil karena ‘keinginan’, padahal seharusnya dialah yang mebuat hidup kita lebih hidup dan bergairah bukan?😉

#Kun Faya kun